PETANI DAN AWAN

3 12 2010

Pada zaman dahulu ada seorang yang sedang berjalan di padang tandus. Tiba-tiba, ia mendengar suara dari dalam awan,

”Siramlah kebun si Fulan.” Lalu awan itu menuju ke arah suatu tempat yang dipenuhi batu-batu hitam. Orang itu pun berjalan mengikuti arah berjalannya awan. Lalu awan berhenti dan menuangkan airnya ke tempat itu. Selain banyak batunya, disana juga terdapat sebuah parit yang penuh dengan air mengalir. Maka tampaklah seorang laki-laki berada ditangah-tangah kebunnya. Ia sedang membagi-bagi air dengan sekop. Kemudian orang yang berjalan mengikuti awan itu bertanya, ”Wahai hamba Allah! Siapakah namamu?” ”Fulan!”, jawab laki-laki itu.

Ternyata nama itu sama dengan nama yang didengarnya dari awan tadi. Maka Fulan balik bertanya, ”Mengapa engkau menanyakan namaku?” Ia menjawab, ”Sesungguhnya aku mendengar suara dalam awan yang mencurahkan air ini ’Siramilah kebun si Fulan’ dan nama itu persis namamu. Apa yang telah kamu perbuat?” Fulan menjawab, ”Karena engkau bertanya seperti itu, ketahuilah sesungguhnya aku selalu memperhatikan apa yang dihasilkan oleh kebun ini. Sepertiga dari hasil kebun ini, aku shodaqohkan, sepertiga aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga lagi aku siapkan untuk bibit.” Demikianlah dikisahkan oleh Abu Huroiroh dari Rosulullah Shollallahu ’alaihi wasallam.

(Sumber: Hadits riwayat Muslim no.2984)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: