Perkembangan Ekonomi Syariah Lambat???

25 05 2010

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia ternyata masih saja dinilai lambat. Benarkah demikian adanya? Mengapa bisa seperi itu? Solusinya?

Ketika berbicara lambat tidaknya sesuatu, maka perlu sesuatu yang lain yang menjadi pembanding apakah ia lambat atau tidak. Dalam hal lambat tidaknya perkembangan perbankan syariah di Indonesia, maka perlu data lain yang sejenis yakni perkembangan  perbankan konvensional di Indonesia. Menurut data perbankan syariah tahun 2005 sampai dengan Februari 2010, diketahui bahwa total perkembangan  aset perbankan syariah di Indonesia tumbuh dari 20,880 milliar rupiah menjadi 68,543 milliar rupiah (gabungan BUS dan UUS) atau dengan kata lain ia tumbuh sebesar 228.27% (dihitung dengan baseline year 2005). Mari kita bandingkan dengan data perkembangan total aset bank umum konvensional, yang tumbuh dari  1469.827 milliar rupiah di tahun 2005 menjadi 2517.014 milliar rupiah per Februari 2010 atau dengan kata lain ia tumbuh sebesar 71.29% (dihitung dengan baseline year 2005). Jika membandingkan dua data diatas dapat diketahui bahwa perkembangan perbankan syariah dilihat dari total asetnya lebih tinggi dari perbankan pada umumnya, 228.27% lebih tinggi dari  71.29%. Jadi perbankan syariah di Indonesia justru cepat perkembangannya  karena ia dapat tumbuh lebih dari dua kali lipat hanya dalam tempo sekitar 6 tahun.

Diketahui pula bahwa sepanjang tahun 2009 saat krisis keuangan masih mengganjal, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 30%, hal ini lebih baik dari pembiayaan bank konvensional pada umumnya yang mengalami  pertumbuhan 13%. Di tahun 2010 perbankan syariah juga  akan semakin diramaikan oleh PT BCA Syariah dan PT Bank Victoria Syariah. Beberapa bank syariah lain juga segera hadir seperti PT BNI Syariah, BPD Jabar Banten Syariah, dan Maybank Indcorp. Di awal tahun 2010 ini DPK (dana piak ketiga) perbankan syariah bertambah dari 50.109  milliar rupiah menjadi 53.299 atau tumbuh 6.2% sedangkan DPK perbankan konvensional mengalami penurunan sebesar 0.8%

Namun perkembangan yang kian cepat dari perbankan syariah ini masih dirasakan lambat, walau pada kenyataannya justru perbankan syariah mengalami perkembangan yang luar biasa. Mengapa bisa terasa lambat?  Hal ini karena indikatornya terletak pada  marketshare perbankan syariah di Indonesia yang masih sekitar  3% dari total marketshare perbankan yang ada di Indonesia. Ya, dalam persoalan marketshare memang diakui bahwa perbankan syariah masih memilki porsi yang kecil dan hal ini pula yang membuat perbankan syariah terkesan lambat. Dalam beberapa tahun terakhir ditargetkan marketshare perbankan syariah di Indonesia bisa mencapai 5%, namun pada kenyataannya sampai saat ini belum tercapai.

Fakta menunjukan bahwa perbankan syariah kurang kompetitif di bandingkan dengan perbankan konvensional pada umumnya. Masyarakat berargumen Di bank syariah masih belum bisa ini dan itu… cabangnya pun masih belum tersebar luas di Indonesia… fasilitas perbank konvensional jauh lebih bagus… teknologi informasi bank syariah masih ketinggalan Tetapi pertanyaan adalah Bagaimana bisa bank syariah berkembang menjadi lebih baik dengan mengatasi segala keterbatasannya jika tidak didukung oleh masyarakat pada umumnya terutama masyarakat muslim? Perkembangan perbankan syariah di Indonesia seharusnya bisa lebih besar dan target marketshare 5% bisa dilewati.

Apa hal yang harus ada agar perkembangan perbankan syariah ini lebih besar? Jawabannya adalah semangat jamaah kaum muslimin di Indonesia. Mengapa semangat jamaah? Di atas sudah disebutkan bahwa Indonesia itu mayoritas penduduknya muslim, data tahun 2008 menunjukan bahwa 87% penduduk Indonesia beragama islam. Ini menjadi potensi tersendiri di Indonesia. Bila semangat jamaah ini sudah dimunculkan seluruh muslim akan bahu-membahu mendukung perkembangan perbankan syariah. Contoh dari semangat jamaah ini bisa dilihat dari India misalnya. Mereka menggunakan kendaraan produksi bangsanya sendiri walau kendaraan dari  luar negeri banyak yang kualitasnya lebih bagus. Tentu, hal ini berdampak positif pada industri tersebut sehingga dari waktu ke waktu akan menjadi berkembang ke arah yang lebih baik. Sekarang, beberapa kendaraan dari India sudah bisa menginfiltrasi pasar di Indonsia dan mereka bisa memperoleh hasil yang tidak bisa dibilang buruk. Jadi, terbukti memang ketika banyak yang mendukung sesuatu, sesuatu itu akan terus memperbaiki diri sehingga mencapai bentuk yang diharapkan oleh masyarakat.

Sama halnya dengan perbankan syariah, penulis berkeyakinan berbagai argument negative yang masih dirasakan oleh masyarakat akan hilang dikemudian hari jika masyarakatnya sendiri mau bank syariah berkembang ke arah yang lebih baik dengan mendukungnnya-menggunakan bank syariah dengan kata lain menabung serta menggunakan bank syariah untuk transasksi sehari-hari.

Semoga perbankan syariah didukung penuh oleh kaum  muslim yang mempnyai semangat jamaah. InsyaAllah ketika umat islam sudah bersatu akan membuahkan hasil yang gemilang.

Muhammad arriza Pasha_Manager of HRD


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: