Eksis dan Hari raya Qurban

1 12 2009

Di hari Idul Adha, bagi umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Pada dasarnya, penyembelihan binatang kurban ini mengandung dua nilai yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Kurban dikatakan sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan.

Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifestasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir-miskin dan kaum dhu’afa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan terhadap masalah-masalah sosial, serta mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama.

Momentum Idul Adha bukan hanya di semarakkan dengan kewajiban memotong hewan qurban, dan penyantunan terhadap kaum fakir miskin saja, namun hendaknya momentum ini di arahkan pula pada paradigma pemberdayaan ekonomi rakyat dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

Belum ada data pasti mengenai kebutuhan hewan qurban setiap tahunnya. Namun tahun 2008 lalu, kebutuhan akan hewan kurban belum mampu dipenuhi sepenuhnya oleh pengusaha peternakan dalam negeri. Akibatnya, Pemerintah harus mengimpor kurang lebih 450.000 ekor sapi tiap tahunnya.

Di lain pihak, kebutuhan akan hewan kurban tiap datangnya Idul Adha terbukti memicu bergeraknya ekonomi rakyat. Contohnya saja, Budi daya peternakan hewan hingga pengolahan daging kurban menjadi produk tahan lama dengan melibatkan proses industrialisasi. Dengan demikian, dua tujuan mendasar dapat tercapai, yakni menyantuni fakir miskin, dan memberdayakan ekonomi rakyat. Inilah makna kurban yang hakiki, dimana momentum ini tidak sekedar menyembelih , namun mampu membuat sebuah gerakan perekonomian yang kuat serta meningkatkan pendapatan keluarga tidak mampu. Dengan kata lain, kurban bisa menggerakkan ekonomi rakyat secara meluas dan tentunya sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi islam.

Terobosan sejumlah badan zakat dan sosial dalam mengelola zakat saat ini terus menerus mengarah pada gerakan pemberdayaan masyarakat. Lihatlah Dompet Dhuafa yang mengubah gerakan berkurban untuk santunan menjadi gerakan ekonomi rakyat. Dompet Dhuafa tidak hanya membuat warga fakir miskin dapat menikmati daging ketika idul adha, namun masyarakat dapat pula merasakan jadi juragan kambing kecil-kecilan, hingga kemampuan beternak hewan kurban serta menjaga varietas bibit unggul ternak. Peternak kecil yang tadinya terbelit kemiskinan, kini sudah mampu mengembangkan bisnisnya secara mandiri bahkan bisa membeli tanah dari pendapatannya sebagai peternak. Atau, perhatikanlah Rumah Zakat Indonesia yang telah melebarkan sayapnya dengan menjejali tahap industrialisasi yakni Program Super Kurban yang memproses daging menjadi kornet dan produk-produk olahan tahan lama lainnya. Produksi RZI berupa kornet kaleng 200 gram, bukan hanya menjangkau orang miskin, namun juga telah berkontribusi dalam membantu korban bencana alam di Aceh, Sulawesi, serta daerah lainnya. Hal ini mencerminkan kemandirian ekonomi domestik, karena proses pengalengan yang semula dilakukan di luar negeri, kini diolah di dalam negeri.

Gerakan Ekonomi Rakyat seharusnya tidak hanya dilakukan tiap momentum perayaan idul adha yang terjadi setahun sekali. Zakat, Infaq, serta sodaqoh juga memiliki potensi tinggi dalam berperan memberdayakan ekonomi masyarakat. Dengan populasi Indonesia sekitar 240 juta lebih, dimana kurang lebih 200 juta merupakan umat islam, potensi ZIS dapat mencapai Rp 100 trilliun per tahunnya. Bayangkan, angka sebesar itu jika sebagian di gunakan untuk menciptakan lapangan kerja, menafkahi keluarga tidak mampu, kaum lanjut usia, janda, maupun anak yatim dan sisanya dialokasikan untuk mendirikan fasilitas umum.Maka harapan Indonesia bebas dari kemiskinan akan terlaksana.


Aksi

Information

One response

14 12 2009
peluang usaha dunia akhirat

wah bagus artikelnya,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: